More Than Just a Cup of Coffee

More Than Just a Cup of Coffee

Genre : Drabble
Length : 291 words
P.s : err you can say this is yeoja’s version from A Cup of Coffee…

“Ini,” ujarnya seraya menyodorkan satu cup kopi panas yang aku yakini pasti ia beli di vending machine yang terletak di pojok lorong, tepat di depan ruang kuliah E kampusku.

Always like this. He always knew, that coffee is the only THING that can cheered me up.

Aku yang sedang duduk di kursi panjang yang terletak di depan ruang kampusku, kontan mendongakkan kepalaku dan menatapnya perlahan, sedetik kemudian aku mengulurkan tanganku menyambut kopi yang disodorkannya. Aku menggenggam erat-erat gelas kopi pemberiannya, membiarkan panas dari kopi itu menjalar melewati jari-jemariku hingga akhirnya menghangatkan seluruh tubuhku. Rasanya benar-benar nyaman. “Gomawo,” ujarku seraya tersenyum untuk membalas senyuman tulus yang ditunjukkannya padaku. “Kau benar-benar orang yang baik, oppa…”

Pria ini.. Sejak pertama bertemu, aku sudah dapat menduga bahwa ia adalah seorang pria yang baik. Dan dugaanku tidak salah. Dia itu… Seperti malaikat tanpa sayap yang dikirimkan Tuhan kepadaku…

“Kau menangis lagi, Youngie-ya?” tanyanya, membuyarkan lamunanku.
“Eh?”
“Kau menangis lagi?” tanyanya lagi padaku, tampak ekspresi cemas di wajahnya, dan aku tahu itu tidak dibuat-buat.
“Tidak,” ujarku pelan. Dengan cepat aku mengalihkan mataku dari tatapan menginterogasinya. Aku tahu usahaku ini sia-sia, sebaik apapun aku berusaha untuk menyembunyikan ekspresiku di depannya, ia tetap pasti akan mengetahuinya. Maka dari itu, aku berusaha terlihat ceria, “Oppa, kau sedang tidak ada kelas?”

Alih-alih menjawab pertanyaanku, ia memilih mengambil duduk di sebelahku. Kulihat ia menatap dinding kosong didepannya, menghela napas sejenak kemudian berbalik menatapku dan tersenyum. Entah mengapa, tapi ada kegetiran yang kulihat dari wajahnya yang tanpa cela itu. “Kalau kau ingin menangis, menangislah,”

Aku terdiam. Dan yang terjadi kemudian hanyalah aku yang membenamkan wajahku yang dipenuhi cairan bening dari mataku di dalam dada bidangnya.

But one thing he never knew. That he is the only ONE that can relieves all my pain…

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s