Love Exchange (1)

Love Exchange (1)

Nama Author : febong_s
Judul Cerita : Love Exchange
Tag (tokoh) : Kim Jongwoon, Cho Kyuhyun, Lee Hyukjae, Lee Donghae
Genre : Love/hate, Romance, Friendship
Rating : T(teen), PG-13
Length : Chapter

“Ada banyak hal yang terjadi di dunia ini. Entah kebahagiaan dan kesedihan. Kebahagiaan itu tetap menjadi kenangan indah dan kesedihan itu menjadi kenangan pahit. Ada beberapa hal yang dilupakan oleh orang-orang tapi ada yang tetap menutupnya dalam sebuah kotak kenangan.”

Shin Rie-Na’s POV
Aku menutup diary ku. “Rie-Na, apa yang kau lakukan di dalam kamar hah? Cepat turun bantu Eomma dibawah. Apa kau tidak tau sedang banyak tamu sekarang?” suara eomma benar-benar membuat telinga ku sakit. Aku turun kebawah untuk membantu eomma. Begitulah keseharianku membantu eomma di kedai sederhana yang terletak di lantai bawah rumah kami. Setiap hari aku harus bekerja layaknya kuli bangunan mencuci piring dan mengantar pesanan.
“ Ya Ahjumma.” kataku malas.
Pletak! “Auw! Oppa apa kau tidak tau kepalaku sakit. Apa kau tidak bosan memukul kepalaku setiap hari hah?” Aku memarahi pria yang ada di depanku. Ya dia adalah kakak laki-lakiku. Usia kami terpaut cukup jauh, kami beda sekitar 5 tahun. Sekarang dia berusia 26 tahun. Dia bernama Shin Taek-Jo. Hahaha nama yang aneh bukan. Meskipun kadang-kadang kelakuannya sangat menyebalkan, tapi kuakui dia sangat tampan. Dia tinggi dan putih. Badannya cukup berotot dengan rambutnya yang hitam membuatnya sangat manis apalagi bila tersenyum. Dia adalah kakak terbaik di dunia, jika saja kau mengesampingkan tingkahnya yang menyebalkan itu.
“ Apa kau tidak bisa hormat sedikit pada eomma hah?” Dia memarahiku.
“ Eomma, kenapa kau bisa mempunyai anak laki-laki seperti dia? Apa eomma tau, dia sangat ganas dan beringas.” Aduku pada eomma.
“ Hei apa yang kau katakan. Eomma lah yang harusnya kecewa punya anak perempuan tapi tidak punya tata krama seperti kau.”
Aiigo gaya anak ini sudah seperti bos saja. “ Heh untuk apa kau bergaya seperti itu didepan ku? Cepat pergi kau memperlambat kerjaku. Apa kau tau?”
“ Apa salah kalau aku merapikan baju?” Tanyanya lagi.

Shin Taek-Jo’s POV
“ Apa salah kalau aku merapikan baju?” Tanya ku padanya. Heh anak ini memang suka mencari masalah dengan ku.
“Ya, kau salah. Bahkan sekalipun aku salah dan kau benar, Aku tetaplah yang paling benar di sini.” Jawabnya. Astaga anak ini. Dia memonyongkan bibirnya. Adikku ini benar-benar lucu.
“ Dasar kau.” Aku memainkan pipinya.
“ YA…ya…Oppa. Lepaskan.” Haha dia benar-benar seperti boneka yang bisa ku mainkan. “OPPA!!!” teriaknya lebih keras.
“ Ya Taek-Jo lepaskan pipi adikmu. Jangan membuat keributan. Sebaiknya kau cepat pergi bekerja. Apa kau ingin terlambat di hari pertama mu bekerja.” Eomma menghentikan permainanku.
“ Ne eomma, aku pergi dulu. Hei kau pendek. Kau baik-baik membantu eomma bekerja. Arraseo?” Tanyaku pada gadis yang punya sengat seperti lebah di mulutnya ini.
“ Oppa. Sudah ku bilang jangan panggil aku pendek .” Aku mengusap kepalanya. “ Itu panggilan sayangku untuk mu. Apa kau mengerti?
“ Ya” Dia mengangguk patuh dengan senyum yang dikulum.
“ Oppa..bye-bye..” Rie-na melambai padaku sampai aku tidak dapat melihatnya lagi di tikungan jalan.

Kim Jongwoon’s POV
“ Hyung, apa yang kau lihat? Kau itu benar-benar, Untuk apa kau melamun di depan tv.” Ryeowook menyadarkanku.
“ Oh tidak ada apa-apa?Aku hanya sedang berpikir.”
Ryeowook menatap ke arah tv. “ Oh, gadis itu. Kenapa tak kau ungkapkan saja hyung?” Dia bertanya ke padaku.
“ Entahlah, aku masih ragu. Bukan hal yang mudah.”
“ Kau harus cepat hyung. Apa kau mau seseorang mendapatkannya lebih dulu?” Sungmin yang muncul dari belakang berbicara asal.
“ Aish kau ini.” Anak itu benar-benar tau bagaimana membuat orang lain putus asa.

Shin Rie-Na’s POV
“ Eomma, aku lelah.” Aku mengadu pada eomma setelah kedai mulai tutup. Aku dan eomma sibuk mencuci piring yang bertumpuk. Argh. Aku benar-benar lelah.
“ Lalu kau mau apa? Bersantai dan tak melakukan apa-apa?” Eomma bertanya padaku.
“ Eomma, apa kau tega melihat putrimu yang cantik ini di goda oleh Ahjussi-ahjussi? Apa eomma tidak melihat bagaimana mereka memanggilku? Rie-Na Ah~~~…” Kataku menirukan suara Eok-Bo, ahjussi yang baru pindah seminggu yang lalu di daerah ini. Ah paman itu benar-benar menyebalkan.
“ Lalu kau mau bagaimana Rie-na?”
“Eomma biarkan aku mencari kerja. Bagaimana? Boleh kan eomma?” Aku memasang wajah memelas agar eomma mengijinkanku.
“ Apa kau benar-benar ingin bekerja. Apa tidak akan terjadi seperti yang sudah-sudah?” Eomma menghadapkan wajahnya kepadaku dan terlihat cemas.

Flashback
Aku bekerja sebagai seorang waitress di sebuah kafe. Siang itu.
“ Hei nona. Aku pesan jus apelnya satu. Jangan lama.” Heh pelanggan ini benar-benar menyebalkan. Jangan kalian kira dia benar-benar pelanggan yang hendak minum. Jangan tertipu dengan wajahnya yang cantik. Dia adalah ular bermuka dua. Ya dia saingan ku. Asal kalian tau gadis ini sudah mengambil kekasihku. Dan sekarang kalian lihat. Dia sedang bermesraan dengan laki-laki buaya itu.
“ Baik nona.” Aku pergi dan dengan segera mengambil air dan….
Byurrr! Aku mengguyurnya dengan jus apel pesanannya tadi.
“ Ini pesananmu wanita ular.” Dan hal itu sukses membuatku di pecat hari itu juga tanpa uang gaji.
Flashback end

“ Eomma, aku yakin kali ini aku akan baik-baik saja.” Aku meyakinkan eomma.
“ Aku ingin seperti oppa eomma, bukankah oppa sekarang bekerja disebuah perusahaan management artis. Dia pasti benar-benar bahagia disana. Karena gadis yang disukainya berada di bawah naungan management itu.”
“ Hah, enak saja, Taek-Jo pasti dia sekarang sedang berusaha mendekati Min-ah. Lihat saja aku akan lebih dulu mendapatka pacar daripada dia.” Tekad ku dalam hati.
Ya, Min-ah. Shu Min-ah kata oppa dia adalah seorang gadis yang cantik. Dan suaranya juga indah. Oppa bertemu dengannya disebuah les menyanyi dimana oppa menjadi pemain piano disana. Min-ah seusia dengan ku. Kami sekeluarga pindah kesebuah kota setelah kecelakaan yang aku alami. Ya, aku mengalami sebuah kecelakaan ketika aku baru lulus SMP. Dan sejak saat itu aku tidak bisa mengingat kejadian apapun sebelum kecelakaan itu. Kata Appa aku kecelakaan setelah aku berpisah dengan kekasihku. Karena aku patah hati, aku berlari tanpa menoleh ke kiri ataupun ke kanan sehingga sebuah mobil menyerempetku. Supaya aku tidak mengingat kejadian buruk itu lagi Appa memutuskan agar kami pindah ke kota lain. Sehingga oppa juga harus pindah Universitas lain. Awalnya oppa benar-benar sedih. Tapi setelah dia bertemu Min-ah, oppa jadi benar-benar betah berada di kota itu. Setelah itu kami pindah lagi ke kota ini. Sehingga aku bisa bertemu dengan Yoona eonni.

Jung Yoona’s POV
“ Rie-na, ayo bangun sampai kapan kau mau tidur terus hah?” Aku menggerakkan tubuh Rie-na yang masih terlelap ke kiri dan ke kanan. Gadis itu bahkan tak bergerak sedikit pun. Aishh..dia benar-benar membuat ku frustasi.
“ Biar aku yang bangunkan.”
“ T-Taek-Jo oppa” Taek-Jo oppa benar-benar tampan bahkan hanya dengan baju kaos putih yang menempel tepat di badannya.
“ Hei, pendek, sampai kapan kau mau tidur seperi babi begitu hah?” Taek-Jo oppa menggelitik perut Rie-na. Huh betapa irinya aku dengan Rie-na. Dia bisa begitu dekat dengan Taek-Jo oppa setiap hari. Tapi tak masalah. Aku juga jadi bisa bertemu dengan Taek-jo oppa setiap saat.

Shin Rie-na’s POV_
“ Oppa, aku sudah bangun. Berhenti menggelitikiku.” Aku memarahinya. Taek-Jo oppa berdiri dari tempat tidurku.
Taek-jo oppa berjalan ke arah Yoona eonni dan merangkulnya. “ Cepat kau mandi. Apa kau tidak tau Yoona sudah menunggu mu dari tadi.”
“ Maaf membuat mu harus menunggu si pendek itu” tambahya lagi dengan memberikan senyuman terbaiknya. Bisaku lihat Yoona eonni benar-benar sudah salah tingkah.
“ Hoek. Hentikan rayuan mu oppa. Cepat pergi aku mau ganti baju.” Aku mengancamnya. Aku memegang ujung bajuku seolah-olah ingin membukanya.
“ YA hentikan. Apa kau tidak tau bahwa aku ini juga laki-laki. Baik-baik. Aku pergi.” Taek-jo oppa pergi dan menutup pintunya lagi.

Jung Yoona’s POV_
Aish kenapa Rie-Na mengusir Taek-Jo oppa keluar.
“ Eonni aku mandi dulu.” Katanya sambil berlalu masuk. Aku menunggunya sambil membaca-baca majalah yang ada di meja. Kalian pasti bertanya padaku kenapa Rie-na memanggilku dengan sebutan eonni. Itu karna aku lebih 1 tahun darinya. Tapi kami menjadi teman setelah dia pindah ke daerah ini 5 tahun yang lalu.
“ Eonni-ya” Teriaknya dari dalam.
“Ya.”
“Apa kau benar-benar menyukai Taek-jo oppa?”
Aku diam memikirkannya. Aku bingung harus menjawab apa. Aku masih ragu dengan perasaan ku sendiri.

Flashback
“ Tolong-tolong” Aku belari berteriak minta tolong. Aku benar-benar ketakutan. Ada beberapa pria mengejarku. Ku rasa mereka mabuk. Aku mencium bau alkohol ketika aku melewati mereka tadi.
Brukk. Aku terjatuh. Aku merasa perih di kakiku. Aku benar-benar tidak tau harus berbuat apa. Pria-pria itu mulai mendekat. Aku mulai terisak menangis.
“ Hei, apa yang kalian lakukan. Jangan mengganggu pacarku.” Tiba-tiba ada seorang pria datang. Dia menghajar 3 pria itu sekaligus. Dia, benar-benar tampan. Aku seperti melihat sinar dari tubuhnya. Sepertinya seorang peri mengirimkanku seorang penyelamat.
“ Gwenchana?” Pria itu menyadarkanku dari lamunanku dan membantuku berdiri.
“ Aku baik-baik saja.” Jawabku. Samar-samar kulihat ada seorang gadis berlari ke arah kami.
“ Oppa, kenapa kau berlari begitu cepat pada gadis ini.” Dia melihat kearahku. Siapa gadis ini? Apa dia punya pacar. Oh Tuhan, kenapa kau membuatku jatuh cinta dan pada saat yang sama patah hati?
“ Nona, lututmu berdarah.” Katanya kaget. Aku melihat kakiku. Dan benar saja lututku mengeluarkan darah segar sekarang.
“ Apa kau bisa berjalan?” Tanyanya lagi ramah.
“ Kurasa aku bisa” Aku mencoba berjalan. Tapi aku hampir terjatuh. Pria itu menopangku. Dia berjongkok.
“ Biar kugendong sampai rumahmu.” Katanya menawarkan diri. Aku hanya bisa mengangguk.
“ Nona, biar aku bantu membawa barangmu.” Kata gadis itu lagi menawarkan diri.
Gadis itu berjalan di depan kami. Dia berbicara terus sepanjang perjalanan mengagumi rumah-rumah yang ada di sekitar sini. Dan pria di depanku ini hanya tertawa melihat tingkahnya. Ah, sepertinya pria ini benar-benar menyayangi gadis ini. Dan aku hanya bisa diam larut dalam pikiranku.
“ Sudah sampai” Kataku pada mereka. Pria itu menurunkan ku.
“ Nona, apa ini rumahmu?” Tanya gadis itu. “ Benar-benar indah.” Aku tersenyum mendengar ucapannya. Benar-benar polos.
“ Sepertinya akan sering bertemu.” Kata pria itu. Aku bingung.
“ Nona, aku akan sering main kerumah mu.” Kata gadis itu.
“ Apa?” Tanya ku bingung.
“ Itu rumah ku.” Kata pria itu menunjuk rumah yang ada di seberang. “ Kami baru pindah kemarin.” Tambahnya lagi.
“ Terimakasih banyak atas pertolongan kalian, aku Jung Yoona.” Aku menunduk memberi salam.
“ Aku Shin Taek-jo dan ini adikku Shin Rie-na”
“ Annyeong” Rie-na melambai ke arahku.
Flashback end

Begitulah awalnya aku bertemu dengan mereka. Dan aku benar-benar menyukai Taek-jo oppa pada pandangan pertama.
“ Eonni.”
“Aigoo,” Aku hampir terjatuh karna kaget Rie-na sudah ada di depan ku. Wajahnya benar-benar dekat dan menakutkan.
“Kau mengagetkanku.” Kataku memarahinya.
“Eonni kau tidak boleh menyukai oppa.”
“Wae?” Tanyaku acuh padanya.
“Oppa hanya milikku. Just mine.” Katanya lagi
“Hei adik macam apa yang menyukai kakaknya sendiri?”
“Eonni, dengarkan aku. Oppa sudah ada orang yang disukai. Aku tidak mau eonni sakit. Aku menyayangimu eonni.” Rie-na memelukku.
“Aku mengerti.” Kataku lagi padanya. Meskipun sebenarnya aku benar-benar kecewa mendengarnya.

Shin Rie-na’s POV
“ SM entertainment.” Aku membaca plank yang ada di depan bangunan ini.
“ Eonni, kau benar bekerja disini? Apa benar aku akan bekerja disini juga?” Tanyaku tidak percaya.
“ Iya, aku sudah mendaftarkanmu. Dan kau di terima. Kau harus berterima kasih padaku.”
“ Ya. Eonni. Bukankah kau bilang kau manager salah satu artis disini?”
“Aku baru 1 minggu bekerja menjadi manager disini. Karena manager pribadinya berhenti. Kudengar karna tidak tahan dengan kelakuannya. Aku diijinkan memilih seorang assistant manager. Dan karena kau sedang menganggur, kucoba mendaftarkan mu.”
“ Dan peri keberuntungan berpihak padaku. Aku memang gadis yang diberkati.” Kata ku bangga.
“ Sudah, ayo masuk.” Kata Yoona eonni mengajakku.

Cho Kyuhyun’s POV
“Aish dimana gadis itu. Dia benar-benar tidak berguna sebagai manager. Dia bahkan tidak memberitahuku bahwa dia datang terlambat.” Aku berjalan bolak-balik menunggu gadis yang sangat suka terlambat itu.
“ Heh, Kyuhyun kenapa kau begitu panik hah? Apa kau mulai meridukan manager mu.” Heechul hyung mengejekku.
“ Apa kau sekarang mulai menyukai gadis lain?” Giliran Yesung hyung sekarang bertanya.
“Heh, apa maksud mu dengan gadis lain hyung?” Tanyaku tidak mengerti.
“Maksud ku gadis lain selain PSP mu.” Tambahnya lagi dengan wajah tidak bersalah.
“YA!” Aku baru ingin memarahinya, tiba-tiba.

Tok-tok-tok.

“Maaf aku terlambat.” Gadis itu datang dengan wajahnya yang bahkan terlihat santai.
“Hei, apa kau tidak punya jam hah? Kau baru 1 minggu jadi manager ku. Tapi kau sudah berani terlambat. Apa kau tidak tau jam berapa sekarang?”
“Annyeong.” Tiba-tiba ada sebuah gadis muncul di belakangnya dia menatapku dengan pandangan marah.
“ Siapa kau?” Tanyaku padanya.
“Hey kyu apa kau tidak bisa sedikit sopan pada seorang gadis?” Ikan kembung itu memulai aksi cassanovanya. “Hey, Yoona jangan kau pikirkan apa yang dikatakan Kyu. Terkadang dia memang tidak punya perasaan. Siapa anak kecil yang kau bawa ini.?” Ikan kembung itu mendekat kearah mereka berdua. Apa yang dia katakan? Aku tidak punya perasaan?
“Dia Rie-Na. Mulai sekarang dia akan membantuku.” Yoona tersenyum ramah pada ikan kembung itu. Apa dia menyukai Donghae hyung? Matanya benar-benar minus tidak heran dia menggunakan kacamata. Bahkan Ikan kembung playboy seperti itu yang dia suka.
“Yoona ah… Karna kau sekarang menjadi manager Kyu jadi sekarang kita berteman. Aku akan membantumu menghadapi Si Setan Kyu.” Ikan kembung itu berbisik kepada Yoona. Apa yang dia katakan. “ Tentu saja kau juga Rie-na, tapi karena kau pendek kau jadi adikku saja.” Hanya itu yang bisa aku dengar.
“Diskriminasi.” Gadis itu berbicara sinis pada Ikan Kembung..Haha.. belum apa-apa dia sudah dibenci assistant manager ku. Aku punya sekutu sekarang.
“Eonni, kurasa kau benar. Pria itu bermasalah.” Gadis itu yang dipanggil Rie Na itu berbisik pada Yoona sambil menunjuk kearah ku.
“Apa yang kau katakan hah?” Kutarik kata-kata ku. Aku tidak mau bersekutu dengannya.
“Ani….aku tidak berkata apa-apa.” Gadis ini benar-benar.
“Hahaha..kau benar-benar lucu.” Ikan kembung itu mengacak-ngacak rambutnya dan dia tersenyum. “Huh kekanak-kanakkan sekali.” Umpatku.
“YA Kyu…jangan berkata kasar pada wanita. Nanti semua wanita menjauhi mu.” Sekarang giliran pasangan Ikan Kembung itu yang menceramahiku. “Anak ini benar-benar imut.” Dia meneruskan dengan mencubit-cubit pipinya.
“Ya hentikan Hyukjae ya. Kau mau membuat pipinya menjadi merah?” Aku menoleh kebelakang Hyukjae hyung. Ternyata tepat seperti dugaanku. Dia datang lagi hari ini. Seperti biasa.

Kim Danae’s POV
“Ya hentikan Hyukjae ya. Kau mau membuat pipinya menjadi merah?” Aku memarahi Hyukjae oppa yang terus mencubit pipi gadis itu.
“ Kau cemburu?”
“ Terlalu percaya diri.” Kataku berbicara pelan
“Baiklah Danae-ya. Karna ini permintaan mu, aku akan mematuhinya.”
Oppa. Terkadang aku bingung dengan sikapmu. Kau hanya bisa bersikap patuh pada perintahku. Bahkan meskipun yang lain memarahimu kau tidak akan peduli meskipun Donghae oppa yang sudah memintanya. Ada apa dengan mu? tanyaku dalam hati.
Aku tersenyum. “ Oppa, aku membawa makan siang untuk mu. Ayo makan.”
“ Baiklah.” Dia menggandeng tangan ku. “Ayo kita makan disana.” Dia menunjuk keluar.
Aku dan Hyukjae oppa sudah berteman dari kecil. Ketika dia menjadi trainee aku tetap mengunjunginya. Setelah itu aku ditawari untuk bekerja disini. Di SM aku bekerja dibagian perencanaan. Aku bertugas mengatur jadwal kerja boyband dimana Hyuk Jae oppa menjadi member. Super Junior.
“ Noona, kau datang.” Seorang pria memanggil ku dari belakang.
“ Kyuhyun-ah.” Aku tersenyum menatapnya.

Lee Hyukjae’s POV
“ Kyuhyun ah” Danae menoleh ke belakang. Ckckck…. Lagi-lagi anak itu.
“Noona,” ia melepas gandengan tanganku dengan Danae. Dan memegang tangannya. “Sudah lama tak bertemu.” Katanya lagi.
“Bukankah kemarin kita sudah bertemu Kyu?” Danae menatap Kyu dengan bingung.
“Eonni, apa kau mengingat ku?” Manager baru Kyu memanggil Danae.
“Yoona? Itu kau? Aku pergi sebentar.” Danae menatapku dan Kyu bergantian. “Kalian makan saja duluan” Katanya lagi sambil berlalu pergi.
“Hei Kyuhyun, sepertinya kau senang sekali Danae datang.” Aku memancingnya.
“Tentu saja aku senang noona datang, apa Hyung tidak senang.” Katanya membela diri.
“Hei Kyuhyun, wajahmu itu terlihat sekali kalau kau menyukai Danae.” Kena kau Cho Kyuhyun. Kita lihat pembelaan apa yang bisa kau lakukan kali ini.
“Benarkah hyung. Kalau begitu aku akan merebutnya dari mu.” Dia berubah serius. Wajahnya bahkan tanpa ekspresi sekarang. Matanya sepeti ingin membunuhku saja.
Aku tersenyum. “Jangan menatap ku seperti itu. Aku tak akan menyerahkannya pada mu.” Aku tertawa.
“Ya, ada apa dengan kalian berdua?” Donghae datang kearah kami.
“Sudahlah hyung. Aku ingin main game saja.” Dia pergi begitu saja meninggalkanku. Aish anak itu.
“Yah Hyukjae. Gwenchanayo?” Donghae menatapku.
“Gwenchanayo.” Jawab ku padanya.
“Oh iya Hyuk, bagaimana penampilanku di depan Yoona dan Rie-na tadi. Apa aku terlihat keren?” Tanyanya antusias.
“Jangan coba-coba kau berpaling dariku.” Aku menatapnya tajam.
“Santai saja hyung.” Dia mengangguk sambil tersenyum.

Shin Rie-na’s POV
Aku bingung apa yang harus kulakukan. Yoona eonni sekarang sibuk dengan Danae eonni. Mereka sedang nostalgia. Kata Yoona eonni, Danae eonni adalah sunbae terdekatnya ketika di universitas. Aku ditinggalkannya sendirian. Yoona eonni benar-benar tega. Aku memutuskan untuk berkeliling gedung SM sendirian. Tadi aku sudah di perkenalkan dengan member Super Junior. Tapi tidak semuanya. Karena ada seorang member yang menghilang entah kemana. Aku menyusuri sebuah lorong. Untuk pertama kali itulah aku mendengar suaranya.

niga animyeon andwae
neo eobsin nan andwae
na ireoke haru handareul tto illyeoneul
na apado joha
nae mam dachyeodo joha nan
geurae nan neo hanaman saranghanikka.

Aku mendengarnya. Sebuah suara yang indah. Aku duduk dibalik pintu itu. Duduk diam mendengarkan suara itu. Tanpa berniat untuk masuk. Aku tidak ingin mengganggunya menyanyi. Aku tidak ingin mengusik suaranya. Apa kau tau? Hanya mendengar suaranya aku bisa merasakan dia merindukan seseorang. Aku jadi merasa merindukan seseorang juga.
Aku mendekatkan telinga ku ke pintu itu. Mencari suara itu. Tapi sudah tak terdengar lagi.
Klik, pintu terbuka.

Kim Jongwoon’s POV
Aku terkejut. Aku membuka pintu dan ada seorang gadis duduk disitu. Dia menatap ku dengan tampang bodohnya. Benar-benar aneh.
Dia berdiri “ Apa kau yang menyanyi tadi?” Dia bertanya pada ku.
“Ya. Sedang apa kau di depan sini.”
“Mengapa kau berhenti menyanyi?”
Aku tersenyum mendengar pertanyaan bodohnya. “ Lagunya sudah selesai aku nyanyikan.”
“Apa kau Yesung?”
“Ya.” Aku benar-benar bingung dengannya sekarang.
Dia tersenyum dengan lebar. “Benar kata mereka, kau memiliki suara yang indah. Aku tidak salah menebak orang. Oh iya, aku Shin Rie-na, aku asisstant manager Kyuhyun oppa yang baru.”
Aku mengangguk “ Baiklah selamat datang di SM. Aku pergi dulu.” Aku beranjak pergi. Aku merasakan firasat buruk jika aku berada dekat dengannya terus.
“Yesung oppa.” Aku menoleh kebelakang.
“Mulai sekarang aku adalah penggemar mu.” Dia tersenyum. Benar-benar manis. Aku tersenyum
“Arraseo.” Kataku sambil berjalan pergi.

Shin Taek-jo’s POV
“Hei pendek, apa yang kau lakukan di sini?” Aku melihat Rie-na dan tidak jauh disebelahnya. Kejutan. Ada Yesung. Mereka berdua menoleh ke arah ku.
“Oppa..aku mencarimu dari tadi.” Dia terlihat senang karena menemukanku. Dia menoleh kebelakangku.
“Who are you?” Si pendek ini memiringkan kepalanya.
“Min-ah.” Yesung memanggil Min-ah yang berdiri dibelakangku. Min-ah memang pernah bercerita pada ku kalau dia pernah dekat dengan Yesung. Tapi mereka mulai tidak dekat lagi setelah Min-Ah sibuk dengan persiapan debutnya. Tapi sekarang aku tidak khawatir sama sekali, Min-ah sekarang sudah menjadi yoejachinguku. Dia menerima ku tadi malam ketika aku menyatakan cintaku padanya.
“Annyeong oppa.” Min-ah membukukkan badannya.
“Oppa, kau benar Min-ah ssi benar-benar cantik.”
“ Adik mu oppa?” Ekspresinya tampak kaget melihat si pendek ini.
“ Ya. Apa kau kaget karna dia tak mirip dengan ku?” Aku bertanya padanya.
Rie-na mendekat ke Min-ah. “Min-ah ssi kita memiliki kalung yang mirip.”
“Ah, ya.” Min-ah memegang kalungnya.
“Aku tidak tau kau punya kalung seperti Min-ah. Kau tidak pernah menunjukannya pada Oppa?”

Kim Jongwoon’s POV
Aku melihat Min-ah dia bersama seorang pria. Siapa? Managernya kah? Atau namjachingunya? Pria ini sepertiny kakak dari assistant manager Kyu yang baru ini.
Gadis mendekati Min-ah. “ Min-ah ssi kita memiliki kalung yang mirip.” Katanya sambil melihat kearah yang dimaksud. Aku mengikuti arah pandangannya dan benar saja disana ada sebuah kalung dengan bandulnya yang berwarna biru. Terlihat sederhana. Tapi indah.
“Aku tidak tau kau punya kalung seperti Min-ah. Kau tidak pernah menunjukannya pada Oppa?” Pria itu berbicara pada adiknya. Gadis itu masih lekat menatap kalung itu.
“Mungkin, hanya perasaanku saja.” Katanya lagi. “ Aku bekerja disini. Aku assistant manager Kyu oppa sekarang.”
“Kau bekerja disini?” Min-ah bertanya tidak percaya. Gadis itu mengangguk.
“Min-ah ya. Aku ingin bicara adik ku sebentar. Kau duluan saja.”
“Arraseo. Aku pergi dulu.” Min-Ah pergi setelah member salam pada Rie-na.
“Min-ah ya. Aku ikut dengan mu. Kita searah.” Kataku padanya lagi.
“Ayo Oppa.”

To Be Continued.

Preview Part 2 :

“Tak akan ku biarkan manager ku jatuh cinta pada play boy sepertimu Hyung.”

“Kau akan pergi denganku besok. Aku akan menggantikannya kencan denganmu”

“Pria tadi kah? Pacarmu kah?” Aku bertanya memastikan. Dia hanya mengangguk. Entahlah aku sedikit kecewa mendengarnya. Tapi aku juga lega. Dia sudah ada yang menjaga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s